Waktu Tepat Cegah Risiko Jantung
Pencegahan sakit jantung dapat dimulai dari sarapan pagi. (istockphoto)
Pencegahan sakit jantung dapat dimulai dari sarapan pagi. (istockphoto)
Penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu, khususnya pada wanita. Times of India mencatat bahwa wanita usia 25-69 tahun di India, meninggal dunia akibat penyakit jantung, dan ini mencapai angka 32,8 persen.
Faktanya, penyakit kardiovaskular ini memang lebih rentan menyerang
wanita dibanding pria. Ini disebabkan karena faktor gaya hidup dan
hormonal. Saat melakukan diet, wanita cenderung mengabaikan asupan
makanan bergizi, dan ini berpengaruh pada hormon dan metabolisme tubuh.
Selain itu, wanita yang sudah menopause juga berisiko lebih tinggi
terkena serangan jantung. Saat menopause hormon estrogen menurun, tak
ada lagi yang melindungi fungsi jantung dengan baik.
Penyakit jantung juga dapat hadir dengan faktor risiko dan gejala
yang berbeda satu dengan yang lainnya. Jika tidak ingin penyakit
tersebut mengintai Anda, coba lakukan beberapa cara pencegahan sederhana
ini.
Menu sarapan
Penelitian menyebutkan bahwa roti putih, kentang goreng atau makanan
berkarbohidrat tinggi lainnya, dapat memicu serangan jantung.
Karbohidrat tinggi menyebabkan arteri brakialis atau pembuluh darah yang
berasal dari jantung membengkak selama beberapa jam.
Untuk sarapan pagi, siasati menu makanan dengan menggantinya
dengan sayuran hijau, seperti selada, bayam, dan lobak yang baik untuk
pencegahan penyakit jantung. Jenis sayuran rendah lemak, rendah kalori,
tinggi serat, dan kaya akan kalium serta mineral ini, dapat mengurangi
risiko jantung hingga 11 persen.
Olahraga pagi
Luangkan waktu untuk melakukan olahraga ringan di pagi hari, minimal
20 menit setiap harinya. Cara ini membuat jantung Anda lebih sehat 60
hingga 70 persen. Anda dapat melakukan olahraga ringan seperti berjalan
cepat dan jogging. Aktivitas fisik seperti ini juga dapat mengurangi risiko stroke hingga 40 persen.
Hindari stres
Banyak bukti menunjukkan bahwa terdapat hubungan langsung antara
risiko penyakit kardiovaskular, faktor lingkungan, dan psikososial.
Hubungan ini akan membawa Anda pada kondisi buruk seperti stres.
Tentunya hal ini dapat pula menjadi pemicu menumpuknya kolesterol dan
tekanan darah tinggi.
Awali hari Anda dengan baik. Hindari segala hal yang membuat Anda
stres. Saat menghadapi kemacetan, cobalah untuk menarik nafas
dalam-dalam selama empat hingga lima detik, kemudian hembuskan nafas
perlahan. Lakukan cara ini tiga sampai empat kali sehari.
http://life.viva.co.id/news/read/372788-pagi-hari--waktu-tepat-cegah-risiko-jantung
http://life.viva.co.id/news/read/372788-pagi-hari--waktu-tepat-cegah-risiko-jantung
Comments
Post a Comment